homeschooling, school, technology

Atasi Kejenuhan Belajar Online pada Anak

Sudah lebih dari setahun anak-anak sekolah harus lakukan sekolah sistem online. Melelahkan? Pastinya, baik untuk siswa-siswa dan orang tuanya sendiri. Bahkan kelamaan sekolah online dipercaya sebabkan masalah academic burnout atau kejenuhan belajar. Wah, bisa-bisa karena belajar online terus malah kita tidak paham materi bahkan bisa tertinggal kelas. Oh tidakkkk!

Burnout ibarat kata bagaikan stress. Murid-murid bisa mengalaminya karena kini sekolah benar-benar terasa hanya belajar tanpa penjelasan yang memuaskan. Kalau dulunya sekolah masih ada pertemuan sosial dengan teman-teman sekelas atau teman-teman ekstrakurikuler, kini yang ditemui anak-anak hanya gawai tak bernyawa yang pancaran radiasinya membuat mata pedas. Wah!

Lantas, bisakah anak-anak keluar dari kondisi kejenuhan ini? Tentu saja bisa.

Pertama penyebab burnout adalah jadwal pelajaran padat dengan tugas menumpuk.

Dikutip dari Mashable,Dr Pam Hurst-Della Pietra, pendiri dan presiden Children and Screens: Institute of Digital Media and Child Development mengartikan burnout sebagai kurangnya motivasi atau energi karena stres kelelahan. Tandanya rendah semangat, marah, mudah tersinggung, cemas, dan kurang fokus.

Zoom fatigue dalam telekonferensi jangka waktu lama juga bisa terjadi pada anak. Interaksi melalui video call membuat anak cepat merasa lelah. Secara mental, penyebab burnout pada sekolah onlinejuga diperparah dengan kurangnya interaksi sosial antara anak dengan teman.

1. Tanamkan pentingnya pendidikan

Anak mungkin belum memahami alasan kenapa harus sekolah. Orang tua harus mampu memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan. Dengan memahami pentingnya pendidikan anak akan termotivasi untuk belajar. Berikanlah pengertian pada anak bahwa sekolah online hanya sementara. Kelak ketika pandemi berakhir, sekolah tatap muka akan kembali dibuka dan anak bisa belajar di kelas bersama teman-temannya lagi.

2. Pahami kebutuhan emosional anak

Selama masa pembelajaran daring, cobalah untuk memahami perasaan dan bantu anak mengatasi stres. Sampaikan ke anak bahwa orang tua memahami betapa beratnya harus melalui sekolah online, tapi proses pembelajaran ini harus tetap dijalani.

Ajaklah anak bercerita tentang pengalamannya menjalani sekolah online. Tanyakan hal-hal yang disukai dan tidak disukai dari kelas online. Lalu ajak anak mencari solusi terbaik bersama-sama. Tunjukkan bahwa orang tua akan selalu mendukung anak dalam menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi.

3. Ciptakan ruang belajar yang menarik

Agar anak fokus dan antusias, orang tua bisa menciptakan ruang belajar yang menarik. Tambahkan dekorasi pada ruang belajar yang dapat membantu anak mengatasi kebosanan saat belajar online. Orang tua bisa meletakkan foto-foto favorit anak, karya seni, atau tempelan kalimat motivasi di ruang belajar anak

Jika memiliki lebih dari satu anak, orang tua juga bisa menyatukan ruang belajar supaya anak-anak saling termotivasi untuk belajar. Tapi jika penggabungan ruangan belajar malah membuat anak-anak sulit fokus, maka sebaiknya pisahkan ruang belajar mereka.

4. Atasi masalah teknis

Burnout bisa karena platform sekolah online tidak mudah dioperasikan. Apalagi jika ada banyak platform yang harus digunakan. Login dengan password dan menggunakan fitur berbeda-beda. Untuk mengatasi, mintalah anak untuk berlatih menggunakan platform sebelum kelasonline dimulai. Orang tua bisa membimbing anak untuk menggunakan platform tersebut. Jika ada kendala teknis, konsultasikan dengan guru atau staf IT sekolah.

5. Bentuk kelompok belajar

Untuk mengatasi kurangnya interaksi sosial selama menjalani sekolah online, orang tua bisa membentuk atau memasukkan anak ke kelompok belajar yang beranggotakan beberapa anak sebaya. Dalam kelompok belajar ini, anak-anak dapat bertemu secara langsung untuk belajar bersama. Tentu dengan protokol kesehatan ketat.

6. Berikan reward

Untuk menambah motivasi anak, tak ada salahnya juga menyiapkan hadiah atau reward atas keberhasilan anak dalam belajar. Keberhasilan ini tidak selalu memperoleh nilai tertentu, tetapi juga bisa disiplin mengikuti sekolah online, aktif dalam proses belajar, serta mengerjakan tugas tepat waktu. Hadiahnya pun tak perlu harus barang yang mahal.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top