Nggak Penting

Semenjak kecil, anak-anak diajarkan dan dibiasakan memikirkan yang penting-penting, yang serius. Sebagai bekal untuk masa depan, katanya. Tetapi lihat saja, begitu banyak orang-orang mampu mengubah dunia karena mengerjakan hal-hal yang tidak penting.

Zang Yimin, pemilik perusahaan bytedance, yang produknya sangat populer, tiktok , baru saja mengumumkan pengunduran dirinya karena ingin lebih santai. Apa yang dia hasilkan? Aplikasi media sosial untuk joget-joget di depan kamera. Bayangkan..seberapa penting sih joget-joget di depan kamera, dibandingkan dengan les matematika, les piano, sekolah hukum, kuliah kedokteran dan silahkan tambahkan daftar kegiatan penting lainnya. Jaman dulu, kalau anda joget-joget sendiri di depan cermin dan ketahuan, mungkin anda akan malu sendiri. Tapi Si Zang ini begitu kaya, kekayaannya lebih dari 400 trilyun, dan apa yang dia hasilkan sungguh tidak penting.

Christiano Ronaldo, Lionel Messi juga melakukan hal yang sama, sungguh tidak penting. Apa pentingnya main sepak bola. Kalau anda sedang asyik main sepak bola dengan teman-teman, sedangkan saat itu guru les matematikamu sudah duduk di ruang tamu, saya hampir yakin Ibu atau Bapakmu akan datang ke lapangan dan mengajakmu les matematika. Itu artinya les matematika lebih penting daripada bermain sepak bola, setidaknya itu menurut orang tua kita.

Starbuck, perusahaan kopi paling populer di dunia, juga demikian. Mereka menyediakan tempat untuk duduk-duduk dan minum kopi. Yang duduk di sana juga sering kali hanya ngobrol tentang kucing peliharaan, atau sekedar bicara tanpa tema. Jaman saya dulu, duduk dan ngobrol adalah kegiatan paling tidak penting yang saya lakukan.

Lalu apakah kita tidak perlu lagi memikirkan dan melakukan hal-hal penting dan serius? Tentu saja tidak begitu. Hidup ini sungguh bukan melulu hitam putih, atau dua kutub yang selalu berkebalikan. Selalu ada area negosiasi atau abu-abu yang bisa kita kerjakan. Lakukan saja yang menurut kita perlu dilakukan, yang penting tidak mengganggu lingkungan dan merugikan orang lain. Namun selalu sisakan ruang untuk berimajinasi, memikirkan hal yang remeh temeh, bercanda tanpa tema, melamun dan hal-hal tidak penting lainnya, siapa tahu di ruang tidak penting itu, akan muncul hasil karya terhebat dari dalam diri kita. Selamat beraktivitas.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top