homeschooling, school, technology

Tujuh Syarat Mutlak Pembelajaran Tatap Muka dari IDAI Agar Anak-anak Tetap Aman Bersekolah

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikan syarat mutlak untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal ini agar anak-anak tetap aman dan tidak mendapatkan risiko tertular Covid-19 seperti dijelaskan Prof. Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) selaku Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI

“Kita ingin sekali sekolah tatap muka ini bisa segera (dilaksanakan), tapi tentu kita meminta sekolah tatap muka yang aman dan bisa menjamin kesehatan anak Indonesia,” kata Prof. Arman dikutip dari Kompas.com.

Berikut adalah syarat yang harus dipenuhi guna melaksanakan PTM:

1. PTM bisa dimulai dengan uji coba pada anak yang sudah diimuniasi terlebih dahulu.

2. Positivity rate (angka positivitas) di daerah yang akan melaksanakan PTM harus di bawah 8 persen.

3. Seluruh guru, keluarga murid hingga pegawai harus dipastikan sudah melakukan imunisasi atau vaksinasi.

4. Semua pihak khususnya pegawai sekolah wajib memastikan bahwa seluruh warga sekolah dan murid tetap menjalankan prokes.

Salah satunya dengan tidak membuka masker dan makan di sekolah.

5. PTM sebaiknya hanya berlangsung selama 2 sampai 3 jam saja.

“Coba dulu (PTM) 2 sampai 3 jam,” kata Prof. Aman.

6. Perjalanan anak harus dipastikan hanya dari rumah ke sekolah dan kembali lagi ke rumah tanpa berhenti di tempat lain.

7. Seluruh fasilitas sekolah harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan jumlah murid yang menggunakannya di saat yang sama wajib dibatasi.

Realitanya banyak laporan menunjukkan PTM dilaksanakan tidak memperhatikan syarat-syarat ini, contohnya PTM dilaksanakan di wilayah dengan positivity rate di atas 8% dan banyak siswa-siswa membuka masker dan makan di sekolah.

“Banyak laporan ke kita bahwa ini dimulai dengan anak yang tidak diimunisasi,” ujar Prof. Aman, yang mengungkapkan dalam seminggu terakhir poliklinik dipenuhi dengan anak-anak terpapar Covid-19.

Ia meminta kerja sama dari semua pihak agar mengawal kegiatan belajar dan kesehatan anak bisa diperoleh secara bersamaan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top